
Regulasi Kemasan dan Limbah Kemasan Uni Eropa (PPWR), yang diperkirakan akan berlaku penuh pada tahun 2027, akan memberlakukan ambang batas konten daur ulang wajib, standar penggunaan kembali, serta kewajiban Tanggung Jawab Produsen Diperluas (EPR) yang memengaruhi importir kantong. Merek yang tidak secara proaktif mengelola risiko kepatuhan akan menghadapi hambatan impor, pencabutan dari daftar ritel, dan kemungkinan denda.
Kode Klaim Hijau CMA Inggris Raya (berlaku sejak 2023) melarang: klaim samar seperti "ramah lingkungan" tanpa bukti pendukung; klaim yang secara teknis benar namun menyesatkan; serta penghilangan informasi lingkungan penting. Dampaknya: kantong yang dipasarkan sebagai "ramah lingkungan" harus didukung bukti spesifik dan dapat diverifikasi—misalnya, "Terbuat dari 100% kapas organik bersertifikat (bersertifikat OEKO-TEX Standard 100)".
| Pasar | Status EPR | Kewajiban |
| Perancis | Aktif (2023) | Mendaftar ke eco-organisme (Citeo) per kategori produk |
| Jerman | Aktif (2022) | Daftar ke basis data LUCID; bayar kontribusi EPR |
| UK | Aktif (2022) | Kirimkan data kemasan secara tahunan; bayar biaya PRN/PERN |
| Australia | Target APCO 2025 | Sukarela dengan elemen wajib yang semakin meningkat |
| Amerika Serikat (CA, ME, OR, CO) | Aktif di tingkat negara bagian | Daftar ke PRO per negara bagian yang memiliki undang-undang EPR aktif |
Jendela untuk menerapkan kepatuhan proaktif—bukan manajemen krisis reaktif—akan berakhir pada tahun 2026 bagi sebagian besar pelaku pasar UE dan Inggris Raya.
Mencari tas yang memenuhi persyaratan kepatuhan ekologis saat ini dan mendatang? Hubungi [email protected] untuk paket dokumentasi sertifikasi lengkap dari INITI.
Berita Terpanas2026-07-21
2026-07-20
2026-07-17
2026-07-16
2026-07-15
2026-07-14